Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, pada Selasa (6/5). Dalam pertemuan tersebut, Gusnar membahas strategi hilirisasi jagung bersama Direktur Pakan, Nur Saptahidayat, dan sejumlah perwakilan perusahaan pakan ternak nasional.
Jagung menjadi komoditas unggulan Gorontalo dengan produksi yang terus meningkat setiap tahun. Namun, Gusnar menyoroti bahwa sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah. Ia menilai hilirisasi menjadi langkah krusial untuk mendorong nilai tambah ekonomi daerah.
“Hilirisasi akan mendorong transformasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada produk luar daerah,” tegas Gusnar.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, menurutnya, siap mendukung penuh rencana ini dengan ketersediaan lahan dan pasokan bahan baku. Ia berharap pembangunan pabrik pakan ternak di wilayahnya dapat segera direalisasikan. Dukungan dari pemerintah pusat dan sektor swasta pun dinilai sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini.
Respon positif datang dari pelaku industri. PT Charoen Pokphand Indonesia menilai hilirisasi jagung akan berdampak langsung pada kemajuan sektor peternakan, khususnya unggas. Sementara itu, PT Haida melihat Gorontalo memiliki potensi besar sebagai penyedia bahan baku pakan ternak, dan mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat komunikasi dan negosiasi.
Gusnar menegaskan bahwa kolaborasi semua pihak merupakan kunci sukses hilirisasi jagung di Gorontalo.








