Home » Berita » Bisnis » Gorontalo Jadi Episentrum Rembuk Petani Nasional, Pertanian Didorong Lebih Modern

Gorontalo Jadi Episentrum Rembuk Petani Nasional, Pertanian Didorong Lebih Modern

Oleh

Gambuta Mining Niaga

Ilustrasi (Freepik)

Gorontalo – Provinsi Gorontalo didapuk sebagai tuan rumah Rembuk Madya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Tahun 2025, yang berlangsung di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Kamis (12/6/2025). Forum strategis tingkat nasional ini menghadirkan perwakilan petani, nelayan, dan pemangku kepentingan dari 22 provinsi untuk memperkuat sinergi dalam membangun pertanian, perikanan, dan kelautan.

Mewakili Gubernur Gorontalo, Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim menyampaikan bahwa agenda nasional ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen Gorontalo dalam menjadikan sektor pertanian sebagai lokomotif pembangunan daerah.

“Sebanyak 48 persen angkatan kerja Gorontalo masih terserap di sektor pertanian, dan sektor ini menyumbang hampir 38 persen dari total PDRB daerah. Ini bukan sekadar angka, tapi realitas ekonomi daerah kami,” kata Sofian di hadapan para peserta KTNA Nasional.

Ia menekankan bahwa sejak berdiri, Gorontalo telah memprioritaskan sektor pertanian dalam perencanaan pembangunan. Pemerintah Provinsi terus mendorong modernisasi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai program unggulan.

KTNA Nasional merupakan organisasi profesi yang menaungi petani dan nelayan berprestasi dari seluruh Indonesia. Dalam forum Rembuk Madya ini, peserta saling berbagi pengalaman, inovasi, hingga strategi pengembangan sektor pangan nasional.

“Sektor pertanian bukan hanya soal produksi, tapi juga soal masa depan ekonomi. Dengan ketahanan pangan yang kuat, kita membangun pondasi kemandirian bangsa,” tutur Sofian.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BPPSJMP Kementerian Pertanian RI Teddy Irhamsyah, Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadisofian Nur, pimpinan DPRD Gorontalo, serta para kepala dinas pertanian dari 22 provinsi se-Indonesia.

Sebagai tuan rumah, Gorontalo berharap kegiatan ini memperkuat kerja sama lintas daerah dalam menghadapi tantangan pangan global dan mempercepat transformasi pertanian Indonesia ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Share:

Tinggalkan komentar